CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Rabu, 20 Mei 2009

Ternyata Pelopor Musik Rock N Roll Dari Indonesia


Ternyata Pelopor Musik Rock N Roll Dari Indonesia

tielman_totally

The Tielman Brothers.


Band inilah yang meng-inspirasikan THE BEATLES!!! band ini datang sebelum masa-masa Rock and Roll… dan band ini adalah “ORANG INDONESIA!!!”Padahal jauh sebelum The Beatles terkenal dan saat beatles masih manggung di cafe2 dan bar kecil di jerman tielman brothers telah wara wiri di stasiun televisi Jerman,Perlu di catat menurut sejarah Paul Mc Cartney sering mendatangi show band-band Indorock di jerman dan dia sangat terinspirasi akan musik-musik band indorock.

Ada beberapa fakta yang sangat mengejutkan dari band ini. Jauh sebelum publik rock terpesona dan berdecak kagum dengan permainan gila gitaris Jimi Hendrix pada tahun 1967, salah satu personil TheTielman Brothers, Andy Tielman, sang frontman telah memulai teknik tersebut pada tahun 1956 atau 11 tahun sebelum Jimi Hendrix bereksperimen dengan gitarnya. Gaya Andy dan teknik gitarnya sangat memukau. Gitar yang dipetik menggunakan tangan di belakang kepala, gigi, kaki, jauh mendahului Jimi Hendrix.

Konon, Paul McCartney ternyata mengagumi band ini dan terinspirasi The Tielman Brothers sebelum The Beatles terkenal pada awal 1960-an. Maklumlah, The Tielman Brothers telah membawakan lagu-lagu rock n roll jauh sebelum The Beatles muncul. Saat The Beatles manggung pertama kali di Jerman, grup band asal Inggris ini sempat melihat penampilan The Tielmans Brothers yang manggung menggunakan Hofner Violin bass. Dan saat itulah untuk yang pertamakalinya Paul melihat Bass Violin Hofner. Andy Tielmans sang gitaris memakai Fender Jazz Master khusus 10 strings. Fender sengaja mengirim representative-nya ke Jerman saat itu untuk merancang gitar buat Andy Tielmans.

Dengan membawa budaya tropis dan kecintaan kepada gitar, mereka melahirkan Indorock yang bercirikan dominasi gitar yang dipadukan dengan musik Hawaii, country, dan Rock n Roll. Panggung tempat mereka bermain selalu dipenuhi aksi-aksi spektakuler di jamannya : style main gitar dengan meliuk ala Heavy Metal 80-an, aksi manggung liar ala Punk, main drum sambil berdiri ala Lars Ulrich Metallica, dan mbetot bas di bawah ala Korn.

Jauh sebelum Jimi Hendrix, Jimmy Page, atau Ritchie Blackmore mempopulerkan atraksi bermain gitar dengan gigi, di belakang kepala atau di belakang badan, Andy Tielman telah memperkenalkan aksi akrobatik legendaris ini sejak tahun 1957 bersama The Tielman Brothers. Dedikasi dan inovasi Andy yang sangat berpengaruh bagi perkembangan budaya pop belanda membawa gelar The Godfather of Dutch Rock & Roll, The Uncrowned King of Indorock, dan penghargaan Order of the Orange-Nassau ke pangkuannya.

SEJARAHNYA

The Tielman Brothers adalah sebuah grup musik asal Maluku, Indonesia. Musik mereka beraliran rock and roll, namun orang-orang di Belanda biasa menyebut musik yang mereka usung beraliran Indorock. The Tielman Brothers pernah tampil di Istana Negara dihadapan Presiden Soekarno.

Karir rekaman mereka dimulai ketika keluarga Tielman pada tahun 1957 hijrah dan menetap di Breda, Belanda. Nama The Tielman Brothers lebih dikenal di Eropa, terutama Belanda. Di Indonesia sendiri, nama The Tielman Brothers masih menjadi nama yang asing, sebuah kenyataan yang sangat disayangkan.

Perjalanan musik The Tielman Brothers dimulai di Surabaya pada tahun 1945, dimana empat kakak beradik laki-laki dan seorang adik perempuannya, Jane, sering tampil membawakan lagu-lagu dan tarian daerah. Kemampuan musik mereka diturunkan dari sang ayah, Herman Tielman, seorang kapten tentara KNIL, yang sering bermain musik bersama teman-temannya dirumahnya di Surabaya.

Berawal dari ketertarikan Ponthon untuk memainkan contrabass yang diikuti saudara-saudaranya yang lain. Reggy mempelajari banjo, Loulou mempelajari drum, dan Andy mempelajari gitar. Penampilan pertama mereka pada acara pesta di rumahnya membuat teman-teman ayahnya kagum dengan membawakan lagu-lagu sulit seperti Tiger Rag dan 12th Street Rag. Sejak saat itu mereka sering tampil di acara-acara pribadi di Surabaya. Tawaran tampil pun berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia. Sampai pada akhirnya pada tahun 1957 mereka sekeluarga memutuskan untuk hijrah ke Belanda.

~ Andy Tielman : Vokal, Gitar

~ Reggy Tielman : gitar, Banjo, vokal

~ Ponthon Tielman : Contrabass, gitar, vokal

~ Loulou (Herman Lawrence) Tielman : Drum, vokal

~ Jane (Janette Loraine) Tielman : vokal

Sabtu, 09 Mei 2009

MANFAAT MUSIK ROCK N ROLE

Sebagai seorang mantan musisi dengan skill permainan menawan dan melelehkan banyak gadis, saya ditanya: “Sebenarnya apa sih manfaat dari musik itu? Kok kesannya cuma hura-hura dan menghabiskan waktu percuma…

Sekarang gini, pernah nggak kita merasa tenang dan semangat ketika mendengarkan musik? Kalo jawabannya “iya” berarti kita secara enggak langsung sudah merasakan efek positif musik secara psikologis. Apalagi musik enggak cuma berpengaruh terhadap keadaan psikologis, tapi juga punya efek yang positif buat kesehatan.

Johan dalam buku Psikologi musik menyebutkan bahwa terapi musik adalah penggunaan musik sebagai alat terapi untuk memperbaiki, memelihara, dan meningkatkan keadaan mental, fisik dan emosi. Terapi musik juga cara yang mudah yang bermanfaat positif bagi tubuh, psikis, serta meningkatkan daya ingat dan hubungan sosial.

Beberapa manfaat terapi musik antara lain:

1. Meningkatkan kreatifitas.
2. Mengurangi kecemasan dan stress.
3. Meningkatkan intelegensi.
4. Mengubah mood menjadi lebih positif.
5. Meningkatkan konsentrasi.
6. Bikin rileks.
7. Mengatasi gangguan autis pada anak kecil.
8. Membuat emosi jadi lebih positif (senang/gembira).
9. Meningkatkan kemampuan bahasa.

Nah, manfaat musik diatas tidak dikarang dan didapatkan begitu saja, akan tetapi merupakan hasil penelitian dan pengamatan banyak ahli yang melakukan penelitian tentang efek-efek positif dari mendengarkan jenis-jenis musik tertentu. Diantaranya:

1. Jazz.

Penelitian oleh Blaum pada tahun 2003 mendapatkan hasil bahwa setelah para siswa mendengarkan musik jazz, mod mereka menjadi lebih enak, sehingga membantu para siswa untuk belajar. Hasil penelitian ini kemudian diterapkan oleh Norman L. Barber dan Jameson L. barber dengan memberikan CD Jazz for Success pada mahasiswa tingkat pertama Universitas Massachusetts. Mereka memberikan CD tersebut dengan tujuan agar mahasiswa tingkat satu dapat mengatasi emosi negatif (marah, cemas, depresi, takut) karena sulit menyesuaikan diri dengan dunia perkuliahan (Lihat “Kawanku”, edisi 40: 2006). Beberapa contoh musik jazz yang layak didengarkan (vatonie collection): Norah Jones, Natalie Cole, Nat King Cole, KLA Project (hue he he, nuekat dimasukkan ke jazz ndak pa pa kan?) dll.

2. Rock.

Nah, kalo yang ini gua banget… Siapa bilang bahwa suara musik rock yang bising itu nggak ada menfaatnya dan bikin kita nggak mikir? Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Leigh Riby dan George Caldwell, Psikolog dari Glasgow Cladenian University membuktikan bahwa siswa yang mendengarkan musik rock hanya membutuhkan sedikit kerja otak untuk mengerjakan tugas dengan baik. Selain itu, musik rock dapat meningkatkan produtivitas ketika sedang bekerja (Lihat “Kawanku”, edisi 40: 2006). Beberapa contoh musik rock yang layak didengarkan (vatonie collection): Dream Theater, Rush, Hammerfall, Scorpion, SOAD, The Queen, dll).

3. Klasik.

Manfaat-manfaat musik klasik sudah banyak diketahui terutama Efek Mozart. Terlepas dari banyaknya pro dan kontra tentang Efek Mozart ini, beebrapa penelitian menunjukkan bahwa musik Mozart bermanfaat dalam bidang kesehatan. Samuel Halim dalam penelitiannya menemukan bahwa efek Mozart dapat membantu penyembuhan penyakit Alzheimer (Sakit yang biasa diderita oleh lanjut usia ditandai dengan susah berjalan, bicara, jarang bergaul). Penelitian lain yang dilakukan oleh Campbell menemukan bahwa musik klasik bisa membantu penyembuhan penyakit-penyakit, seperti stress, kanker, dyslexia, dan tekanan darah tinggi. Beberapa contoh musik klasik yang layak didengarkan (vatonie collection): The Ultimate Mozart Album, Maksim, The Most Relaxing Classical Album in The World Ever, dll.

Yang saya bingung sekarang tinggal satu, Musik Religi itu masuk kategori mana ya? Karena bagaimanapun kan Musik Religi itu tetaplah musik, dan musik itu bersifat universal. Lagipula, mendengarkan musik religi bagi sebagian orang juga mempunyai efek menenangkan, membuat fresh, memberikan semangat dan menjadikan hidup lebih hidup. Jadi, mau kita masukkan kemana ni? Kalo saya sih mari kita masukkan musik religi dalam kategori musik rock…lho? kok? wua ha ha ha…karena kalo menurut saya musik religi itu rada-rada cadas gimanaaaa gitu. Secaarrraaaaa….saya juga suka ndengerinnya :D

Kayaknya lho…..:D

MENGAMATI PERKEMBANGAN MUSIK INDONESIA MELALUI DUA SISI

Mengamati Perkembangan Musik Indonesia : Dua Sisi

Pianoforte_3_tasti_ Pada Majalah Rolling Stones Indonesia edisi terakhir tahun 2007, memberikan judul 150 album terbaik Indonesia. Sejenak judul itu merefleksikan album-album apa saja yang menurut survuei dan interpretasi (mereka saja?) tentang album-album yang memunyai kualitas diatas rata-rata dan telah memberi pengaruh terhadap perkembangan musik Indonesia hingga sekarang. Lalu, pada hampir di halaman terakhir ada rubrik yang cukup membuat kita menjadi terpingkal. Betapa tidak, halaman tersebut berisi tentang tiga album terburuk tahun 2007. Isinya antara lain, album OST BBB (Bukan Bintang Biasa), Kangen Band (Tentang Aku, Engkau, dan Dia), dan terakhir album The Rock (Mister Master Ahmad Dhani).

Setelah membaca artikel tersebut, saya bingung dan bertanya dalam hati, ”apakah album mereka sampai segitu jeleknya (juga buruk) sampai diberikan predikat tersebut?”. Tapi bagi saya butuh seribu alasan dan seribu bukti untuk memverifikasi judgement ”terburuk” terhadap tiga karya musik tersebut. Dalam pikiran saya, memang ada standar baku terhadap sebuah karya musik? Sehingga seorang pelaku resensi album dengan seenaknya memberikan label tersebut? Tidak sesuperficial itu juga , sih. Pastinya mereka memiliki segudang alasan dan pastinya segudang bukti.

Sejak itu saya semakin tertarik untuk mengobservasi lebih dalam lagi tentang progres musik indonesia kira-kira satu setengah tahun ini. Untuk tiga album di atas, saya lebih perhatikan lagi komposisi musiknya dan mulai membaca artikel-artikel tentang mereka. Tentang Kangen Band, saya jadi tertarik dengan mereka. Coba Anda bayangkan, hampir semua orang teman-teman saya memperolokkan band tersebut. Mereka bilang band kampungan, musiknya menye-menye-lah, tidak berkuakitaslah, dan segudang hujatan lainnya kepada mereka.

Tapi apa yang terjadi? Mereka semakin populer saja. Di TV saja, seperti dalam acara-acara musik ataupun non musik yang menghadirkan band, nama mereka semakin ”ada” saja. Bahkan beberapa bulan yang lalu, Metro TV dalam acara Kick Andy, acara tersebut dengan sengaja mengangkat kisah perjalanan kesuksesan karier mereka yang dimulai dari bawah. Alhasil, acara tersebut menuai protes yang tidak sedikit terhadap saluran televisi swasta tersebut. Bahkan, dalam album perdana duo T2 (salah satu personilnya ”Tiwi AFI”), dengan hits pertama mereka yang berjudul ”Lelaki Cadangan” itu ternyata karangan gitaris Kangen Band. Setelah mendapatkan dan mendengarkan rekaman lagu tersebut, saya justru kaget karena komposisi dan konfigurasi kordnya hampir mirip dengan lagu-lagu Melly Goeslaw (awalnya sebelum notice kalau itu lagu karangannya dia, saya menyangka lagu tersebut dikarang oleh Melly).

Agar tidak bias, saya sengaja mendengarkan satu album mereka. Hasilnya, kalau boleh memberi bintang satu sampai lima, saya akan memberi satu setengah. Secara komposisi, terlihat biasa. Walapun ada beberapa yang balada, dan ternyata juga sudah menjadi hits mereka di media-media. Tapi logikanya, apakah pantas kita melabel mereka sebagai pendatang dengan album terburuk dengan menyalahkan komposisi mereka yang mengimpresikan ke-menye-menye-an, sementara hampir semua band yang berkarya akhir-akhir ini juga menampilkan hal yang sama? Kalau begitu kita juga bisa menyalahkan influences mereka yag sebelum-sebelumnya, dong?

Jujur saja, saya juga agak kurang sreg dengan perkembangan musik Indonesia akhir-akhir ini. Karena tuntutan industri musik yang sangat mementingkan komersialitas dan mementingkan konformitas, justru membuat mereka itu menjadi (sengaja) stagnant dalam memproduksi ide-ide yang kreatif. Mereka juga masih terpaku dan berjalan di jalur yang aman. Apa takut ditinggal penggemar atau ditinggal label rekaman yang menfasilitasi mereka? Apa kita juga perlu mendidik penggemar yang notabene juga pelaku industri musik dengan mengajarkan bahwa suatu perubahan dan kreativitas adalah lebih baik? Absurd juga, bukan?

1_bigtre_1 Lalu tentang album OST. Bukan Bintang Biasa, tidak kalah dihujat juga. Banyak pengamat musik menilai bahwa ini adalah degenerasi seorang brilian Melly. Melly yang selama ini menghasikan album-album yang terbilang sukses namun bagi saya cita rasanya sama hanya packaging-nya saja yang berbeda. Coba Anda perhatikan, sejak album OST Ada Apa Dengan Cinta, dan dilanjutkan dengan OST Eiffel I’m Love hingga OST BBB ini, Melly suka sekali bereksperimen dengan orang-orang (baca: penyanyi) yang terbilang baru di industri musik Indonesia.

Memang tidak salah ketika kita bereksperimen dengan sesuatu yang baru, tapi ketika dihadapkan dengan album OST. BBB ini, tampaknya Melly menuai kritikan dan protes karena telah salah dengan mengajak artis-artis pendukung OST ini kepada orang-orang yang katanya ”tidak bisa nyanyi sama sekali”. Alhasill kualitas album (kecuali musik dari instrumen) terlihat sangat standar dan terkesan dipaksakan. Saya hanya bisa tersenyum, karena bagaimanapun juga Melly pasti memunyai pertimbangan lain tentang ini dan juga seperti anekdot yang sering kita dengar ”penonton sangat pandai sekali menilai”.

Satu lagi album terburuk tahun 2007, adalah album The Rock. Dalam majalah Rolling Stone Indonesia dan majalah Hai, tidak sedikit setiap tulisan yang berkaitan dengan Ahmad Dhani dan pastinya dengan The Rock-nya ini disinggung-singgung sebagai antiklimaks dari perjalanan dan kualitas musik seorang Dhani. Terlebih ketika disinggung single pertamanya yang berjudul ”Munajat Cinta” itu.

Ada yang berpendapat Dhani sekarang sudah tidak mampu lagi menciptakan karya-karya fenomenal seperti yang dilakukannya pada album-album Dewa ”Pandawa Lima” dan Ahmad Band atau seperti dia membantu Reza Artamevia dulu. Tidak hanya itu, dalam album The Rock tersebut hanya memuat tiga lagu baru saja. Yang lain, hanyalah repackaging dari masterpiece Dhani dulu. Hanya arransemennya saja yang berbeda. Bahkan yang lebih kontrasnya, band yang bernama The Rock ini terlihat seperti akan memainkan musik-musik rock. Tapi yang terjadi, terdapat dua lagu yang bernuansa swing jazz. Paradoks?

Untungnya reporter Hai segera menemui serta mewawancarai Dhani di tengah kesibukannya dan terangkum dalam tulisan artikel di majalah Hai. Apa advokasi dan argument seorang Dhani? Bagi dia, ketika membuat lagu Munajat Cinta tersebut, dia terinspirasi dari Matta Band (yang memopulerkan hits ”Ketahuan”) dimana dia berniat membuat lagu yang memunyai melodi yang easy to catch dan hal itu dilakukannya. Walau dicerca, lagu tersebut justru sering diputar di media-media hiburan.

Lalu ketika ditanyai tentang menyelipnya dua lagu bernuansa swing itu, Dhani memjawab bahwa dia sudah lama kebelet ingin membuat album swing (atau terinspirasi dari OST. Rumah Ketujuh-nya Indra Lesmana yang sangat kental dengan big band jazz dan swing jazz-nya?). Jadi dua lagu tersebut sengaja dipasang juga dengan intensi agar para indonesian music listeners, dapat familiar dengan musik swing. Dhani pun menjelaskan bahwa dia sedang tidak ingin membuat lagu banyak pada album ini dengan alasan sedang malas dan juga ingin kembali mengenalkan musik-musik yang pernah dia karang dulu kepada listeners baru musik Indonesia.

HpYa, itu terserah dia. Tidak bisa disalahkan juga. Menurut saya Dhani adalah seorang yang sangat cerdas di musik. Talenta dan kapabilitas dia dalam mengarang dan mengaransemen musik yang dia miliki adalah sesuatu yang tidak semua orang bisa miliki. Para musisi juga berkarya dalam di industri musik mau tak mau harus bisa mengikuti arus pasar. Bisa juga dikatakan kesuksesan seorang artis musik ditentukan sejauh mana karya mereka diterima oleh pasar.

Kembali menyikapi arus perkembangan yang sangat kompetitif ini memaksa para musisi harus berlomba memberikan karya terbaik mereka. Ya, semua berkompetisi di bidangnya masing-masing. Ada yang di jalur major label dan ada yang tetap loyal dengan indie label mereka. Toh mereka juga punya pangsa pasar yang sudah terdiferensiasi.

Dalam tulisan ini, saya juga ingin menyampaikan pesan bahwa seseorang berhak menilai sesuatu dengan sudut pandang dia sendiri. Tapi ingat juga, bahwa ternyata hal yang kita pandang itu memunyai persepsi yang berbeda tergantung dari sudut mana kita memandangnya. Walaupun memunyai sudut pandang yang berbeda, bukankah kita hendaknya juga tetap menghargai apa yang dihasilkan orang lain?. Terlepas kita suka atau tidak. Lagipula cara menghargai sesuatu kan tidak harus dengan memiliki dan memujinya, tapi sekadar sebuah senyuman dan beberapa kali tepukan tangan saya rasa itu sudah cukup. Karena Anda pun belum tentu bisa seperti mereka.

Jumat, 08 Mei 2009

SEKILAS PERKEMBANGAN MUSIK ROCK

Pengertian
Rock adalah musik keras pada jamannya, didefinisikan dari genre musik pop yang berkembang selama dan setelah tahun 60-an. Musik ini memiliki akar musik Rock and roll dan Rockabilly dari tahun 1940-an dan 1950-an, yang mana berevolusi dari musik blues, country, jazz, musik klasik dan musik rakyat.

Perkembangan Musik Rock Tahun 1950an- Awal 1960an.
-Rock n Roll
Rock and roll (sering ditulis sebagai rock ‘n’ roll) adalah genre musik yang berkembang di Amerika Serikat di akhir tahun 1940-an, dan mencapai puncak kepopuleran di awal tahun 1950-an. Dari Amerika Serikat, genre musik ini tersebar ke seluruh dunia. Rock and roll melahirkan berbagai macam subgenre yang secara keseluruhan dikenal sebagai musik rock.
Ciri khas rock and roll adalah pada ketukan (beat) yang biasanya dipadu dengan lirik. Rock and roll menggunakan beat yang didasarkan salah satu ritme musik blues yang disebut boogie woogie ditambah aksen backbeat yang hampir selalu diisi pukulan snare drum. Versi klasik dari rock and roll dimainkan dengan satu atau dua gitar listrik, gitar bas listrik, dan drum set. Perangkat kibor sering dimainkan sebagai alat musik tambahan. Bila dimainkan dengan dua gitar listrik, gitar listrik yang dimainkan untuk memberi melodi disebut guitar lead, sedangkan gitar untuk memberi ritme dan harmoni disebut gitar ritme. Saksofon sering dijadikan instrumen melodi pada gaya rock and roll awal tahun 1950-an, tapi digantikan perannya oleh gitar elektrik di pertengahan tahun 1950-an. Di akhir tahun 1940-an, bentuk awal rock and roll bahkan memakai piano sebagai instrumen melodi. Salah satu cikal bakal rock and roll adalah musik boogie woogie dengan piano sebagai melodi, seperti permainan musik berbagai kelompok big band yang mendominasi dunia musik Amerika dekade 1940-an. Kepopuleran rock and roll secara massal dan mendunia ternyata menimbulkan dampak sosial yang tidak terduga. Rock and roll bukan saja mempengaruhi gaya bermusik, tapi sekaligus gaya hidup, gaya berpakaian, dan bahasa. Selain sukses di dunia musik, bintang-bintang di periode awal rock and roll juga sukses di dunia film dan televisi. Elvis Presley, misalnya merupakan bintang rock and roll yang sukses sebagai bintang film dan televisi.
Istilah slang “rock and roll” sering dipakai orang berkulit hitam untuk menyebut “hubungan seks”. Penyanyi wanita Trixie Smith pertama kali menggunakan istilah “rock and roll” dalam lagu “My Baby Rocks Me With One Steady Roll” yang diedarkan tahun 1922.
• Asal-usul
Rock and roll mulai muncul sebagai gaya baru dalam bermusik di Amerika pada akhir tahun 1940-an sebagai percabangan musik country dan western produk budaya orang Amerika berkulit putih, dan musik rhythm and blues (R&B) yang merupakan produk budaya orang Afrika-Amerika. Unsur-unsur rock and roll sebenarnya sudah bisa didengar pada lagu-lagu country tahun 1930-an dan lagu-lagu blues dari tahun 1920-an. Walaupun demikian, genre musik yang baru ini tidak disebut “rock and roll” hingga di tahun 1950-an. Bentuk awal rock and roll adalah rockabilly yang memadukan unsur-unsur R&B, blues, jazz, dan dipengaruhi musik folk Appalachia serta musik gospel. Bila ditelusur lebih jauh lagi, cikal bakal musik rock and roll bisa ditemukan di daerah slum Five Points, kota New York pada pertengahan abad ke-19. Di daerah tersebut untuk pertama kalinya terjadi percampuran antara tari Afrika yang ritmis dengan musik Eropa, khususnya musik untuk tari rakyat jig asal Irlandia yang sangat melodius.
Penyanyi gospel berkulit hitam dari daerah Selatan Amerika Serikat menggunakan istilah “rocking” untuk menyebut sesuatu yang mirip dengan proses pengangkatan yang akan dialami orang yang percaya di akhir zaman. Istilah “rocking” pada akhir dekade 1940-an menjadi bermakna ganda, “menari” dan juga “seks”, seperti pada lirik lagu “Good Rocking Tonight” yang dibawakan pemusik blues Roy Brown. Lagu seperti ini biasanya hanya diputar stasiun radio yang menyiarkan musik orang Afrika-Amerika dan jarang didengar kalangan orang berkulit putih.
Pada dekade 1920-an dan 1930-an, orang kulit putih di Amerika banyak menyenangi pemusik berkulit putih yang memainkan musik jazz and blues milik orang Afrika-Amerika. Musik yang sama namun bila dimainkan pemusik berkulit hitam justru sering tidak mendapat sambutan. Pemusik R&B berkulit hitam yang digemari orang berkulit putih cuma sedikit, di antaranya yang menonjol adalah Louis Jordan, Mills Brothers, dan The Ink Spots. Semasa lagu-lagu baru belum banyak diciptakan, lagu hit di awal era rock and roll banyak merupakan rekaman ulang dari lagu R&B atau blues yang sudah dikenal sebelumnya. Genre musik blues nantinya terus memberi inspirasi bagi para pemusik rock. Pemusik blues bergaya Delta blues seperti Robert Johnson dan Skip James menjadi inspirasi bagi pemusik rock Inggris The Yardbirds, Cream, dan Led Zeppelin.
Di tahun 1951, Alan Freed, seorang DJ di Cleveland, Ohio mulai memutar jenis musik yang diperkirakannya bisa disukai pendengar dari berbagai kalangan dan ras. Alan Freed disebut-sebut sebagai orang yang pertama kali menggunakan istilah “rock and roll” untuk musik R&B yang gembira dan energetik. Sewaktu bekerja sebagai DJ di stasiun radio WJW di Cleveland, Alan Freed mengadakan konser rock and roll yang pertama. Konser dilangsungkan 21 Maret 1952 dan diberi nama “The Moondog Coronation Ball”. Acara dihadiri penonton yang sebagian besar orang Afrika-Amerika, tapi harus diakhiri sewaktu baru saja mulai karena penonton yang luar biasa padat. Setelah konser yang pertama sukses, Alan Freed terus mengadakan berbagai pertunjukan rock and roll yang banyak ditonton orang berkulit hitam dan berkulit putih. Pertunjukan seperti ini membantu penyebaran gaya musik Afrika-Amerika di berbagai kalangan.
Pengamat musik sering berdebat mengenai pemusik yang berhak dicatat sebagai pembuat rekaman rock and roll yang pertama. Sister Rosetta Tharpe sudah merekam musik yang penuh dengan teriakan dan hentakan di tahun 1930-an dan 1940-an. Gaya bermusiknya mirip dengan ciri khas rock and roll di pertengahan tahun 1950-an. Sister Rosetta sudah menduduki tangga lagu pop di tahun 1938 dengan lagu-lagu berirama gospel seperti “This Train” dan “Rock Me”, serta dilanjutkan di tahun 1940-an dengan “Strange Things Happenin Every Day”, “Up Above My Head”, dan “Down By The Riverside”. Pemusik lain yang menyanyikan lagu gospel/blues dengan iringan piano boogie adalah Big Joe Turner dengan “Roll ‘em Pete”. Lagu ini direkamnya di tahun 1939, tapi hampir-hampir tidak bisa dibedakan dengan gaya rock and roll tahun 1950-an. Artis yang merilis rekaman mirip rock and roll pada dekade 1940-an dan awal tahun 1950-an, di antaranya: Roy Brown (”Good Rocking Tonight”, tahun 1947), Paul Bascomb (”Rock and Roll”, 1947), Fats Domino (”The Fat Man,” 1949), Big Joe Turner (”Honey, Hush”, 1953, dan “Shake, Rattle and Roll”, 1954), serta Les Paul and Mary Ford (”How High the Moon,” 1951).
Artikel majalah Rolling Stone terbitan tahun 2004 menyatakan singel pertama Elvis Presley produksi Sun Records yang berjudul “That’s All Right (Mama)” adalah rekaman rock and roll yang pertama.[1]. Sementara itu, lagu hit “Bo Diddley” dan “I’m A Man” oleh Bo Diddley dikatakan sebagai perintis beat baru yang menghentak, serta memperkenalkan cara bermain gitar yang unik dan menjadi inspirasi bagi pemusik lain.
Lagu “Rock Around the Clock” oleh Bill Haley adalah lagu rock and roll pertama yang menduduki puncak tangga lagu majalah Billboard untuk angka penjualan dan jumlah pemutaran lagu (airplay) di radio. Bill Haley membuka pintu bagi gelombang baru kebudayaan pop yang disebut rock and roll. Pemusik-pemusik lain yang menciptakan lagu hit di periode awal rock and roll adalah Chuck Berry, Little Richard, dan kelompok vokal bergaya doo-wop. Sementara itu, di dunia musik pop berjaya para penyanyi yang sudah menjadi bintang sejak dekade sebelumnya, misalnya Eddie Fisher, Perry Como, dan Patti Page. Di periode awal rock and roll, mereka mulai menemui kesulitan menempatkan lagu-lagu pop di tangga lagu akibat terhalang lagu rock and roll.
Musik rock and roll dan boogie woogie keduanya menggunakan satu bar (birama) delapan ketuk dan sama-sama memainkan progresi kord blues 12-bar. Walaupun demikian, rock and roll lebih menekankan pada backbeat dibandingkan boogie woogie. Little Richard memadukan piano boogie-woogie dengan backbeat yang berat dan menyanyikannya dengan suara berteriak akibat terpengaruh gaya menyanyi musik gospel. Pemusik seperti Ray Charles dan Smokey Robinson memuji gaya bernyanyi Little Richard yang dikatakannya membawa warna baru dalam musik. James Brown memuji Little Richard sebagai pemusik yang pertama kali memasukkan unsur musik funk ke dalam beat rock and roll. Elvis Presley turut menyebut Little Richard sebagai sumber inspirasi. Walaupun demikian, perpaduan unsur-unsur musik seperti yang dilakukan Little Richard bukan hal yang baru. Sebelum Little Richard, sudah banyak sekali pemusik yang melakukan hal yang sama, misalnya Esquerita, Cecil Gant, Amos Milburn, Piano Red, dan Harry Gibson. Gaya liar Little Richard dalam berteriak dan menyerukan “wuuu wuuu,” sebenarnya sudah digunakan Marion Williams dan banyak lagi penyanyi gospel wanita di tahun 1940-an. Roy Brown juga sudah meneriakan “yoooooww” jauh sebelum Richard melakukannya dalam lagu “Ain’t No Rockin no More”.
- Periode awal rock and roll Amerika Utara (1953-1963)
Rock and roll muncul di saat ketegangan rasial di Amerika Serikat timbul ke permukaan. Orang Afrika-Amerika mulai memprotes segregasi rasial di sekolah dan fasilitas umum. Pada waktu itu, rock and roll yang memadukan unsur musik orang kulit putih dan unsur musik Afrika-Amerika juga tidak luput dari kecaman. Di tahun 1954, Mahkamah Agung AS menolak doktrin separate but equal (terpisah tapi sejajar) dan sejak itu dimulailah perjuangan persamaan hak orang kulit berwarna di Amerika Serikat.
Louis Jordan and His Tympany Five menyebut istilah “rock and roll” dalam versi lagu “Tamburitza Boogie” yang direkam 18 Agustus 1950 di kota New York. Sebelum Louis Jordan, pemusik lain juga sudah menggunakan istilah “rock and roll” pada rekaman mereka, misalnya “Rock and Roll Blues” yang direkam Erline Harris. Di tahun 1948, Wild Bill Moore sudah merekam lagu berjudul “Rock And Roll”, begitu pula Paul Bascomb yang menggunakan judul yang sama di tahun 1947 untuk materi lagu berbeda. Di tahun 1922, Trixie Smith bahkan sudah menulis lagu berjudul “My Man Rocks Me with One Steady Roll.” Di tahun 1916, kata “rock and roll” sudah disebut-sebut dalam lagu “The Camp Meeting Jubilee” yang direkam artis-artis yang bernaung di bawah label rekaman Little Wonder. Lirik lagu yang dinyanyikan para penyanyi tersebut berbunyi, “We’ve been rocking and rolling in your arms, in the arms of Moses”.
Seorang DJ bernama Alan Freed (alias Moondog) mengadakan konser rock and roll yang pertama pada 21 Maret 1952 di Cleveland. Konser yang diberi nama “The Moondog Coronation Ball” dihadiri penonton dan pemusik tanpa mengenal perbedaan warna kulit. Konser terpaksa dibubarkan setelah baru satu lagu dibawakan di atas panggung karena situasi tidak terkendali. Ribuan penggemar berusaha mendesak masuk ke arena yang tiketnya sudah terjual habis. Konser ini membuka mata industri rekaman akan adanya minat orang kulit putih terhadap musik orang kulit hitam, dan minat ini tidak terbatas pada genre musik rhythm and blues saja. Rintangan ras dan prasangka yang masih kuat di AS ternyata tidak mampu mengatasi kekuatan ekonomi pasar. Rock and roll sukses besar di Amerika Serikat, gelombangnya terbawa Lautan Atlantik hingga ke Inggris dan melahirkan gerakan musik British Invasion pada tahun 1964.
Sejak dilahirkan pada awal dekade 1950-an hingga awal tahun 1960-an, musik rock and roll ikut melahirkan dansa gaya baru. Anak-anak muda merasakan ritme backbeat rock and roll yang tidak monoton sangat cocok untuk menghidupkan kembali dansa gaya jitterbug yang sempat populer di era big band. Demam pesta dansa rumahan dan dansa sock-hops di ruangan senam melanda remaja Amerika. Anak belasan tahun dengan setia mengikuti acara musik American Bandstand yang dibawakan Dick Clark di televisi agar bisa mengikuti gerakan dansa dan gaya busana paling mutakhir. Sejak pertengahan tahun 1960-an, istilah “rock and roll” menjadi cukup disebut “rock”. Sejak itu pula secara berturut-turut muncul berbagai genre dansa, mulai dari twist, funk, disco, hingga house dan techno.
- Rockabilly
Pada tahun 1954, Elvis Presley merekam lagu hit “That’s All Right (Mama)” di studio Sun milik Sam Phillips di Memphis. Elvis memadukan unsur-unsur musik rock dan country-western yang disebut rockabilly. Ciri khas rockabilly adalah gaya vokal seperti orang tersedak bernyanyi, betotan bas, dan permainan gitar bagaikan sedang kejang-kejang. Elvis adalah musisi rock pertama yang meraih status superstar.


MUSIK ROCK ALTERNATIVE ITU APA SI???

Sebelum dikenal sebagai rock alternatif, aliran ini mempunayi banyak variasi nama yang umum digunakan. Pada tahun 1980an di Amerika Serikat, istilah yang umum digunakan adalah college rock (Rock Universitas). Istilah ini digunakan karena banyak mahasiswa yang menyukai aliran musik jenis ini pada zamannya. Di Inggris, istilah yang biasa digunakan adalah indie. Walaupun begitu, pada tahun 1985, istilah indie digunakan untuk menyebut sub-aliran dari alternatif, bukan sekedar penggantian istilah.

Istilah "alternative rock" atau "rock alternatif" ditemukan pada tahun 1990. Walau begitu, istilah "alternatif" sempat muncul pada pertengahan 1980an, sebuah istilah untuk "musik baru" dan "pasca modern". Penggunaan asli istilah ini sebenarnya lebih luas daripada yang kebanyakan dimengerti, yaitu dengan meliputi punk rock, New Wave, post-punk, dan bahkan musik pop, juga indie. Tahun 1991, ketika penambahan kategori musik alternatif di Penghargaan Grammy dan Penghargaan musik video MTV, akhirnya istilah "alternatif" menjadi populer dan digunakan secara luas, bersamaan dengan suksesnya Lollapalooza.

[SECARA] Keseluruhan

"Alternative rock" secara esensial adalah istilah yang digunakan untuk menyebut musik underground yang muncul pada tahun 1980an. Band alternatif pada tahun 1980an umumnya dimainkan di klub-klub kecil, direkam untuk label indie, dan popularitasnya menyebar dari mulut ke mulut. Lirik yang digunakan dalam rock alternatif biasanya mengambil topik-topik sosial, seperti penggunaan obat terlarang, depresi, dan yang berhubungan dengan lingkungan. Hal ini merupakan sebuah pendekatan yang muncul akibat refleksi sosial dan ekonomi di Amerika Serikat dan Inggris pada tahun 1980an dan awal 1990an.

Pada awal tahun 1980an, beberapa stasiun radio kampus di Amerika Serikat memutarkan musik-musik rock alternatif. Rock alternatif kemudian menjadi populer di pertengahan 1980an. Namun stasiun radio komersial belum begitu mempedulikan aliran musik ini. Rock alternatif yang sering diputar di radio-radio Inggris, biasanya oleh DJ seperti John Peel, Richard Skinner, dan Annie Nightingale. Akhirnya, akhir tahun 1980an di Amerika Utara, stasiun radio komersial mulai memutar lagu-lagu rock alternatif, mengawali format radio modern rock. Diluar Amerika Utara, Double J, stasiun radio pemerintah di Sydney, Australia mulai menyiarkan rock alternatif. Tahun 1990, Double J yang sekarang dikenal sebagai Triple J, mulai menyiarkan secara nasional. MTV juga memutar video alternatif pada tengah malam. Tahun 1986, MTV Amerika Serikat menyiarkan program musik alternatif tengah malam, 120 Minutes.

Walaupun band-band alternatif pada tahun 1980an tidak pernah membuat album yang spektakular, mereka menimbulkan pengaruh yang besar bagi para musisi tahun 80an. Album Nevermind yang dibuat oleh band Nirvana pada tahun 1991 membuat rock alternatif menjadi musik yang paling digemari dan membentuk kemapanan komersial aliran musik tersebut. Hasilnya, rock alternatif menjadi bentuk musik rock paling populer dalam satu dekade ini dan banyak band-band alternatif menghasilkan sukses besar. Pavement, Guided By Voices, Blonde Redhead, Sebadoh

Dalam satu dekade pertama pada abad ke 21, aliran musik rock terus berevolusi dari awal alternatif musik yang muncul pada tahun 1980an. Musik rock yang populer pada zaman sekarang, terlihat dari grup modern rock seperti Linkin Park. Iri hati karena mengetahui kenyataan bahwa aliran musik tersebut merupakan pengaruh dari rock alternatif, sebagian besar fans menyatakan ini adalah bagian dari aliran nu metal. Bagaimanapun juga, pada tahun 2004 alternatif rock mendapat popularitas dari artis seperti Modest Mouse, Bloc Party, Enon, Liam Finn, Blood Red Shoes dan Franz Ferdinand.